_Seorang Gadis Dengan Inisial R
Saban hari aku slalu mimipi tentang kau
Dalam dinginku yang menjadi-jadi dalam kesepian
Kita tak pernah bicara dalam kata2 yang terucap oleh suara.
Kenapa kita begitu jauh sayang dalam dunia nyata ?
Kenapa Kau begitu hampa menatap ku dalam keremangan hidup ini ?
Karna bila kau cinta
Gadis dengan inisial R
Katakan padaku karna aku rasa, rasa yang sama
Karna bila kau benci
Aku takkan ganggu lagi
Gadis dengan inisial R
Tapi kita semua begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam CINTA
Nama Saya Cordiaz
Thursday, July 13, 2006
Sunday, April 02, 2006
Mandalawangi - Pangrango
Sendja ini, ketika matahari turun kedalam djurang2mu
Aku datang kembali
Kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu.
Walaupun setiap orang berbitjara tentang manfaat dan guna
Aku bitjara padamu tentang tjinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku.
Aku tjinta padamu, Pangrango jang dingin dan sepi
Sungaimu adalah njanjian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Tjintamu dan tjintaku adalah kebisuan semesta.
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menjelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bitjara padaku tentang kehampaan semua.
Hidup adalah soal keberanian, menghadapi jang tanda tanja
“Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
“Terimalah dan hadapilah.”
Dan antara ransel2 kosong dan api unggun jang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 djurangmu.
Aku tjinta padamu Pangrango
Karena aku tjinta pada keberanian hidup
Djakarta, 19-7-1966
Soe Hok Gie
Sendja ini, ketika matahari turun kedalam djurang2mu
Aku datang kembali
Kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu.
Walaupun setiap orang berbitjara tentang manfaat dan guna
Aku bitjara padamu tentang tjinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku.
Aku tjinta padamu, Pangrango jang dingin dan sepi
Sungaimu adalah njanjian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Tjintamu dan tjintaku adalah kebisuan semesta.
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menjelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bitjara padaku tentang kehampaan semua.
Hidup adalah soal keberanian, menghadapi jang tanda tanja
“Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
“Terimalah dan hadapilah.”
Dan antara ransel2 kosong dan api unggun jang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 djurangmu.
Aku tjinta padamu Pangrango
Karena aku tjinta pada keberanian hidup
Djakarta, 19-7-1966
Soe Hok Gie
TENTANG MATAHARI
Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh, adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu sambil berkata:
"Ini matahari! Ini matahari!"
Matahari itu? Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.
- Sapardi Djoko Damono -
Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh, adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu sambil berkata:
"Ini matahari! Ini matahari!"
Matahari itu? Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.
- Sapardi Djoko Damono -
Monday, February 20, 2006
- Gate of Lamentation -
' Just as I shall lie alone in the grave, so, in essence, do I live alone. '
Anton Pavlovich Chekhov
Huge dessert stood after my eyes
Vast sands and ashes with everlasting hot prickling wind
Horizon is so far, far away beyond my wildest imagination
And there I stood alone, speaks with the language of the universe...
Come to the end oh you all
Mankind of the earth, come cry with me in my eternal solitude.
Vast dessert limitless sorrow of my heart....
Come to the end of our peril.
Passed the gate of lamentation
to the deepest abyss of a darkest soul
' Just as I shall lie alone in the grave, so, in essence, do I live alone. '
Anton Pavlovich Chekhov
Huge dessert stood after my eyes
Vast sands and ashes with everlasting hot prickling wind
Horizon is so far, far away beyond my wildest imagination
And there I stood alone, speaks with the language of the universe...
Come to the end oh you all
Mankind of the earth, come cry with me in my eternal solitude.
Vast dessert limitless sorrow of my heart....
Come to the end of our peril.
Passed the gate of lamentation
to the deepest abyss of a darkest soul
